Pengelolaan Lahan dan Produk Agrikultur Berbasis Indigenous Knowledge di Kasepuhan Ciptagelar sebagai Sistem Ketahanan Pangan Nasional

by

Puji Astutik1, Dinny Rahmaningrum2, Mahda Noviantika Zulmi Mentaya Putri3, Susilo Kusdiwanggo4

1,2,3, Laboratorium Seni dan Desain Arsitektur, Mahasiswa Program Sarjana Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.
4 Laboratorium Seni dan Desain Arsitektur, Pembimbing Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya.
Korespondensi: sayapuji97@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.b040

Abstrak

Indonesia terkenal sebagai Negara Agraris, namun pada kenyataannya masih membutuhkan impor beras untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya. Kurangnya efektivitas pengelolaan lahan dan produk bidang agrikultur menjadi permasalahan krusial. Pada masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, budaya padi (rice culture) mengaglomerasi menjadi indigenous knowledge yang kaya akan filosofi, sistem kepercayaan, dan ilmu pengetahuan, yang melekat kuat dalam segala bentuk aktivitas masyarakatnya. Pengelolaan lahan dan pengolahan produk agrikultur yang masih berpegang teguh pada tradisi leluhur memberikan kekuatan sistem pangan yang sangat baik. Kemampuan ini dapat diadopsi sebagai sistem pengelolaan ketahanan pangan untuk menjaga kedaulatan pangan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah PAR (Participatory Action Research). Penelitian ini dilakukan di Kasepuhan Ciptagelar, Sukabumi. Pendeketan metode yang dilakukan adalah kualitatif-deskriptif. Hasil dari penelitian dapat dijadikan sebagai pengetahuan sistem pengelolaan lahan dan pengolahan produk agrikultur sebagai ketahanan pangan nasional.

Kata-kunci : agrikultur, ciptagelar, indigeneous knowledge, ketahanan, pangan

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, B 040-046
Download PDF