Pengaruh Kualitas Rancang Kota terhadap Keinginan untuk Berjalan Kaki pada Kawasan Wisata Pantai Kuta-Bali

by

Rio Surya Ramba Mangkukusumo*

Perencanaan dan Perancangan Kota, Program Studi Magister Rancang Kota, SAPPK, Institut Teknologi Bandung

Abstrak

Kegiatan berjalan kaki merupakan kegiatan yang esensial dalam menikmati suatu tempat atau kawasan serta memiliki kesempatan yang sangat besar untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Semakin maraknya kendaraan bermotor mengakibatkan desain kota berubah yaitu mengesampingkan kepentingan pejalan kaki. Permasalahan kegiatan berjalan kaki dari sudut pandang kota, khususnya kota-kota di Indonesia yaitu berjalan kaki bukanlah suatu kebiasaan yang populer. Selain faktor demand (malas, kepribadian, waktu, budaya), faktor eksternal seperti iklim, cuaca, polusi, panas serta sisi sediaan (supply) fasilitas jalur pejalan kaki juga tidak mendukung. Penelitian ini akan menjabarkan masalah yang ada pada lokasi penelitian menjadi jelas dan sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh kualitas rancang kota terhadap keinginan berjalan kaki (walkability) pengunjung di kawasan wisata. Selanjutnya dalam pembahasan akan diungkap dasar pengukuran kualitas rancang kota dan walkability dengan metode kualitatif dan kuantitatif melalui kuesioner dan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan temuan studi dapat disimpulkan adanya pengaruh positif antara kualitas rancang kota dan walkability. 

Kata-kunci: berjalan kaki, Kuta, Rancang Kota

Halaman 25-28
Download PDF:
TI2012-02-p025-028 – Pengaruh Kualitas Rancang Kota terhadap Keinginan untuk Berjalan Kaki pada Kawasan Wisata