Pengaruh Gaya Arsitektur Kolonial Belanda pada Bangunan Bersejarah di Kawasan Manado Kota Lama

by

Veronica A. Kumurur

Program Studi Arsitektur, Universitas Sam Ratulangi Manado

Abstrak

Kota Manado merupakan salah satu lokasi kegiatan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Indonesia Timur di mana wajah bangunan yang dibangun pada waktu itu sangat dipengaruhi oleh gaya arsitektur kolonial Belanda. Ada 3 bangunan bersejarah di sana dan masih berfungsi, meskipun tidak lagi berfungsi sebagai mana tujuan bangunan itu dibangun. Bangunan-bangunan bersejarah tersebut, adalah: a) Bank Indonesia (sebelumnya Javasche Bank); b) ex Bioskop “Benteng”; dan c) bangunan Minahasaraad. Penelitian ini menggunakan pendekatan tipologi, melalui tahapan penelitian sebagai berikut: (a) pengamatan pada lokasi pengamatan; (b) mengidentifikasi setiap bangunan berdasarkan gaya arsitektur dan kemudian menyesuaikan dengan teori yang berkaitan dengan tipologi wajah bangunan; (c) diklasifikasikan gaya bangunan; dan (d) mengambil kesimpulan. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa ternyata gaya arsitektur transisi adalah gaya arsitektur kolonial Belanda yang dominan memengaruhi 3 gaya bangunan bersejarah, melalui elemen yang berbeda, yaitu: 67% elemen denah pada  bangunan Bank bangunan Bank Indonesia (Javasche Bank) dan bangunan ex Bioskop Benteng, dan  67% elemen tampak pada bangunan Minahasaraad.

Kata-kunci : arsitektur kolonial Belanda, bangunan bersejarah, Manado Kota lama

Halaman E 167-172
Download PDF :
TI2015-E-167-172-Pengaruh Gaya Arsitektur Kolonial Belanda pada bangunan bersejarah