Penerapan Sistem Naratif pada Interior Ruang Pamer Museum Bahari Jakarta untuk Mencapai Komunikasi Edutaiment (Edukasi dan Entertainment)

by

Fidyani Samantha1, G. Prasetyo Adhitama2, Hafiz Aziz Ahmad3

1 Mahasiswa Program Studi Magister Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung
2,3 Staf Pengajar Program Studi Magister Desain, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung
Korespondensi: fidyani.samantha@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.h001

Abstrak

Museum merupakan sumber sejarah, sumber ilmu pengetahuan dan sumber budaya yang bertugas merawat, menjaga dan melindungi benda-benda bersejarah serta mengkomunikasikannya kepada masyarakat luas sebagai media edutaiment (education/pendidikan dan entertainment/hiburan). Namun, banyak museum di Indonesia yang belum mencapai tujuan tersebut dikarenakan kondisi museum yang tidak didukung dengan konsep pamer yang baik. Salah satu museum besar yang memiliki masalah tersebut adalah Museum Bahari Jakarta. Museum Bahari merupakan museum yang menyimpan koleksi kebaharian Indonesia dan masih menggunakan konsep pameran tradisional (object oriented museum), sehingga tata pamer kurang diperhatikan. Pada penyusunan interior ruang pamer yang komunikatif di bidang edutaiment, storytelling/narasi merupakan unsur paling penting. Narasi dapat mengartikan makna pada objek dan dapat menciptakan pemahaman relasi antara manusia dan artifak melalui suatu konsep cerita pada desain.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang terintegrasi dengan design thinking. Hasil dari penelitian ini adalah cara kerja penerapan sistem naratif pada ruang pamer yang berkaitan dengan cerita, konsep dan media pada ruang pamer Museum Bahari.

Kata-kunci : museum bahari, interior ruang pamer, ruang pamer naratif

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, H 001-009
Download PDF