Penerapan Aspek Green Material pada Kriteria Bangunan Ramah Lingkungan di Indonesia

by

Dewi Rachmaniatus Syahriyah

Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Perkembangan bangunan merupakan salah satu sektor penyumbang terbesar terjadinya pemanasan global. Hal ini terlihat pada penggunaan material bangunan yang berasal dari sumber daya alam yang tak terbaharukan, serta penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO). Untuk itu, diperlukan aturan yang jelas mengenai penggunaan material pada bangunan yang mengarahkan pada keberlanjutan lingkungan dan disesuaikan dengan tahapan pengadaaan bangunan. Aturan ini kemudian dapat me-ngarah pada kriteria bangunan hijau/green bulding. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penerapan aspek material ramah lingkungan (green material) pada kriteria green building dengan siklus pengadaan material bangunan (building material life cycle). Metode analisis dilakukan dengan membandingkan kriteria green material yang berasal dari peran kebijakan pemerintah serta peran Green Building Council Indonesia (GBCI) yang didasarkan pada siklus pengadaan material bangunan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan ramah lingkungan, pemilihan material pada kriteria green material dari kedua peran sebaiknya diterapkan secara berkesinambungan guna mewujudkan keberlanjutan lingkungan dari material tersebut.

Kata-kunci : bangunan hijau, green material, siklus pengadaan material bangunan

Halaman H 179-186
Download PDF :
IPLBI2016-H-179-186-Penerapan Aspek Green Material Pada Kriteria Bangunan Ramah Lingkungan Di Indonesia