Pendekatan Lingkungan Lokasi Candi-candi Masa Kerajaan Sriwijaya di Sumatera

by

Ari Siswanto1, Ardiansyah2, Farida3

1,2 Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya.
3 Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sriwijaya
Korespondensi: ari_sisw58@yahoo.co.id

https://doi.org/10.32315/ti.7.h087

Abstrak

Kompleks percandian Bumiayu di Sumatera Selatan, Muara Jambi di Jambi, Muara Takus di Riau dan Padanglawas di Sumatera Utara berada di lingkungan dataran rendah yang rawan genangan air atau banjir karena  terletak di tepi sungai besar yang merupakan urat nadi perekonomian masa lalu. Kerajaan Sriwjaya dikenal menguasai jalur perdagangan perairan yaitu laut dan sungai termasuk sungai Musi-Lematang, Batanghari, Kampar dan Barumun yang bermuara di bagian timur Sumatera.  Metode penelitian yang dipergunakan adalah studi kasus dengan melakukan observasi, pengukuran dan wawancara. Pertimbangan aspek lingkungan lokasi candi di dataran rendah dilakukan secara kontekstual dan komprehensif. Kompleks percandian Hindu dan Buddha yang didominasi candi batubata di empat lokasi yang berbeda memiliki beberapa persamaan yang mendasarkan dan berkaitan erat dengan pemilihan lokasi candi. Penataan ruang candi-candi di Sumatera memiliki karakter yang sama yaitu di tepi atau di dekat sungai, mengatur tata air setempat dan memanfaatkan sumberdaya alam untuk pembangunan candi. 

Kata-kunci: candi batubata, dataran rendah, Sriwijaya, Sumatera, tata air

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, H 087-093
Download PDF