Pendekatan Intertekstual dalam Membaca Perubahan Makna Ruang Publik dan Privat Tradisional Akibat Perkembangan Kegiatan Industri di dalamnya

by

Riandy Tarigan

Laboratorium Permukiman dan Perkotaan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Arsitketur dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranata.

Abstrak

Tulisan ini merupakan kajian metodologis terhadap pengaruh masuknya kegiatan industri dalam rumah tradisional. Masuknya kegiatan industri yang membawa tradisi yang berbeda dengan cara pandang penghuni dan tata atur rumah tradisional yang berdampak terjadi pertemuan budaya. Pengaruh tersebut berupa perubahan baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Pertemuan budaya tersebut terdiri dari pengaruh faktor budaya eksternal dan budaya internal. Pertemuan tersebut menghasilkan sedimentasi budaya yang tidak terstruktur dan kompleks. Kompleksitas tersebut diakibatkan oleh aspek keluarga dan pekerja yang mempunyai cara pandang yang berbeda-beda. Kajian ini bertujuan untuk memahami pendekatan terhadap perubahan makna ruang publik dan privat pada rumah tradisional. Pendekatan yang dilakukan untuk dapat membaca fenomena di atas adalah pendekatan postrukturalis dengan metodologi intertekstual. Temuan dalam pembahasan ini adalah setiap pertemuan budaya melahirkan wujud budaya baru yang terwujud dalam bentuk fisik dan non fisik secara kompleks. Kausalitas antar obyek tidak lagi bersifat sederhana dengan bi polar opposition. Untuk itu dibutuhkan pendekatan yang disebut dengan intertekstual.

Kata kunci : pertemuan budaya, ruang privat dan ruang publik, ruang tradisional, intertekstual

Halaman I 189-198
Download PDF :
IPLBI2016-I-189-198-Pendekatan Intertekstual dalam Membaca Perubahan Makna Ruang Tradisional