Pemenuhan Kaidah-kaidah Struktur pada Masjid Berkubah yang Dibangun Berbasis Partisipasi Masyarakat

by

Mohhamad Kusyanto1, Sugeng Triyadi2, Surjamanto Wonorahardjo3, Mohammad Debby Rizani4

1 Program Studi Doktoral Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung
2,3 Prodi Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung
4 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Fatah Demak
Korespondensi: mkusyanto@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.g075

Abstrak

Seiring dengan pembangunan suatu daerah, masjid-masjid juga mengalami perkembangan baik dalam hal luas maupun kualitas bangunanannya. Model pembangunan berbasis partisipasi masyarakat berkembang pada pembangunan masjid secara meluas di berbagai daerah di Indonesia. Di dalam model pembangunan ini kemampuan ekonomi dan tenaga serta pengetahuan membangun yang dimiliki masyarakat umumnya terbatas, sehingga membutuhkan strategi pembangunan masjid yang tepat. Berdasarkan hasil kajian proses pembangunan sejumlah masjid berkubah yang dibangun dengan partisipasi masyarakat pada umumnya dilaksanakan secara bertahap sehingga diduga berpengaruh pada kualitas bangunan terutama pada pemenuhan kaidah-kaidah strukturnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif pada sejumlah masjid berkubah yang memiliki struktur soko guru dan tidak sebagai penopang kubah beton. Analisis data dilakukan dengan menerangkan kaidah struktur melalui analisis perbandingan struktur pada kedua jenis struktur masjid dengan menggunakan ‘rule of the thumb’ dan software ETABS versi 9.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemenuhan kaidah struktur masjid berkubah dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu: 1) kemampuan ekonomi masyarakat dan 2) tingkat pengetahuannya. Selain itu sejumlah faktor lain yang turut mendukung strategi pembangunan masjid berkubah meliputi lama waktu membangun dan ketersediaan desain bangunan. Secara umum masjid berkubah memiliki struktur aman dan cukup wajar sehingga memunculkan beberapa alternatif struktur penopang kubah. Namun masjid tanpa soko guru relatif kurang aman dibandingkan dengan masjid dengan soko guru dalam menahan beban arah ortogonal yang lebih besar seperti gempa.

Kata-kunci : pembangunan berbasis partisipasi masyarakat, kaidah struktur, masjid berkubah

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, G 075-083
Download PDF