Pemberdayaan Cincau Hijau dan Jahe sebagai Minuman Milenial di Desa Wisata Kampung Lawas Maspati Kota Surabaya

by

Rachmawati Novaria1, Awin Mulyati2, Suko Istijanto3, Sri Puji Lestari4

1,2 Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
3 Dosen Fakultas Tehnik/ Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
4 Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Email korespondensi: nova@untag-sby .ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.8.d098

Abstrak

Kawasan Kampung Lawas Maspati menjadi daya tarik desa wisata Kota Surabaya, kawasan dikenal karena memiliki rumah-rumah kuno yang terpelihara dengan baik, lengkap dengan suasananya yang hijau dan bersih, mereka lakukan dengan menanam berbagai tanaman yang di tanam di pot dan ada disetiap rumah warganya. Edukasi ecopreneurship/ bisnis hijau, yaitu memanfaatkan tanaman t oga yang ditanam warga dihalaman rumahnya bisa dioleh menjadi minuman yang menyehatkan dan selain bermanfaat bagi kesehatan, bisa juga menjadi satu usaha yang bisa dijual pada saat wisatawan berkunjung kesana. Cincau hijau dan jahe yang bisa diolah dan dikembangkan menjadi minuman milenial yang disukai oleh anak-anak muda dan masyarakat. Harapannya cincau hijau bisa menjadi icon dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kampung Lawas maspati dan di branding dengan nama yang menjual seperti green cincau ginger (GCG) .

Kata-kunci : Cincau hijau dan jahe , minuman milenial dan icon desa wisata.

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, D 098-104
Download PDF