Pelestarian Pohon di Kota Semarang

by

Parfi Khadiyanto

Laboratorium Perancangan Kota/Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota/Fakulas Teknik Universitas Diponegoro.
korespondensi: pkhadiyanto@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.a035

Abstrak

Pohon merupakan salah satu atribut utama kota, sebagai penyeimbang ruang kota yang masif dengan bangunan beton dan aspal. Pohon selain berfungsi sebagai tempat istirahat dan rekreasi masyarakat kota, juga memiliki manfaat ekologi yaitu sebagai suplay oksigen, perbaikan kesuburan tanah, dan habitat satwa dengan berbagai macam burung dan serangga, juga berguna untuk meningkatkan kualitas estetika alamiah kota. Akan tetapi banyak pohon yang tergerus oleh vandalisme, hanya dijadikan tempat tempelan iklan, tergerus oleh pencemaran dari asap kendaraan , dan gangguan lainnya yang sangat mengenaskan.

Untuk mempertahankan keberadaan pohon, perlu adanya kesungguhan sikap dan tindakan dari pemangku jabatan, masyarakat perkotaan, dan aturan atau kebijakan yang mendukungnya. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana melakukan pelestarian pohon. Metoda yang digunakan yaitu metoda kuantitaif dengan analisis skoring.

Dari hasil penelitian di beberapa lokasiyang dianggap memiliki jenis pohon asli, tua, dan besar di kota Semarang, yaitu di sepanjang jalan Srondol, Sultang Agung, Dokter Wahidin, Kalisari, dan Pemuda, maka lokasi pohon yang layak untuk dilestarika adalah di empat lokasi saja, yaitu Srondol, Sultang Agung, Kalisari, dan Pemuda. Sedangkan untuk Dokter Wahidin masuk kategori dipertimbangkan, Hal ini bisa terjadi sebab pohon lama di Dokter Wahidin sudah banyak yang ditebang, digabti dengan jenis musiman, yaitu pohon angsana, memang masih ada beberapa pohon besar jenis mahoni, tetapi tidak dominan lagi. Mungkin untuk sepuluh tahun kedepan kalau pohon angsana ini bisa bertahan, bisa jadi layak juga untuk dilestarikan.

Kata-kunci : pelestarian, pohon, semarang

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, A 035-043
Download PDF