Pelestarian Nilai-Nilai Tradisional sebagai Wujud Kearifan Lokal: Pola Desa dan Lanskap di Desa Tradisional (Bali Aga)

by

Ni Made Yudantini

Laboratorium Perumahan dan Permukiman, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana, Bali.

Abstrak

Artikel ini mengkaji mengenai pelestarian nilai-nilai traditional yang merupakan suatu kekayaan budaya sebagai cerminan pelaksanaan kearifan local (local wisdom). Kasus yang diangkat difokuskan pada pola desa beserta lansekap di desa-desa tua di Bali yang dikenal dengan sebutan Desa Bali Aga, atau Bali Kuna, atau Bali Mula. Penelitian telah dilakukan pada desa-desa tua di dataran tinggi (pegunungan) di Bali bagian Utara dan desa-desa yang berada sepanjang danau. Desa Pinggan dan Desa Buahan merupakan contoh kajian dalam penelitian ini. Pendalaman dan pemahaman kajian histori, kebudayaan dan arsitektur dilakukan untuk memahami nilai-nilai tradisional yang ada di desa-desa tersebut. Pengamatan secara langsung pada pola desa dan lingkungannya bertujuan untuk mendalami tentang kondisi dan ekistensi desa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap keilmuan khususnya konservasi dalam melestarikan dan memelihara kekayaan arsitektur dan budaya, serta sebagai sumbangsih dokumentasi untuk generasi berikutnya agar memahami kekayaan yang dimiliki oleh bangsa ini.

Kata-kunci : desa tradisional, lanskap Bali, nilai-nilai tradisional, pola desa

Halaman A 059-062
Download PDF :
iplbi2016-a-063-066-pelestarian-nilai-nilai-tradisional-sebagai-wujud-kearifan-lokal-pola-desa-dan-lanskap-di-desa-tradisional-bali-aga