[Pelestarian] Ke-Nusantara-an Alun-alun di Jawa

by

Totok Roesmanto1, Dhanoe Iswanto2

1,2 Departemen Arsitektur FT.Universitas Diponegoro
Korespondensi: kanyaka_prajnaparamita@yahoo.com ; 081 2283 6996

https://doi.org/10.32315/ti.7.h015

Abstrak

Alun-Alun dan nama wilayah Majapahit di Nusantara tertulis di Nagarakretagama. Bagian utama dari Nusantara Majapahit adalah Nusa Jawa. Kata Nusantara digunakan sejak Majapahit hingga  VOC jatuh. Alun-Alun juga dibuat VOC di beberapa kota di Jawa. Keberadaan Alun-Alun erat berkaitan dengan kompleks pusat pemerintahan kabupaten/kota yang ada di depannya. Peneitian ini bertujuan menemukan kenusantaraan Alun-Alun sebagai kekhasannya yang dapat dijadikan dasar signifikansi pelestarian Alun-Alun di Jawa, agar ruang terbuka hijau Alun-Alun tidak semakin banyak terkurangi untuk perkerasan bagi media rekreasi publik Data tampak atas Alun-Alun dan data hari jadi pemerintah kabupaten/kota di Jawa khususnya yang terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur dikompilasi dari informasi internet sebagai materi utama penganalisisan. Penganalisisan dilakukan dengan penyandingan semua tampak atas Alun-Alun dikaitkan dengan waktu berdirinya  pemerintahan kabupaten/kotanya, dapat dihasilkan pengelompokan Alun-Alun berdasarkan perkiraan masa pembuatannya. Kenusantaraan Alun-Alun di Jawa yang dibangun sebelum VOC jatuh adalah kesamaan terhadap arah sumbu imajiner Alun-Alun di Kraton Majapahit, Kraton Demak, dan Kraton Surakarta.

Kata kunci: Alun-Alun, Jawa, kekhasan, kenusantaraan, pelestarian

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, H 015-023
Download PDF