Idawarni Asmal 1, Edward Syarif 2, Samsuddin Amin 3

1,2,3,4 Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

Email korespondensi: idawarniasmal@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/ti.8.c001

Abstrak

Pantai bahari adalah permukiman pembudidaya rumput laut dan nelayan. Tempat kerja mereka adalah di laut sehingga berupaya menempatkan huniannya dekat dengan tempat kerja. Sedang rumah adalah merupakan tempat segala kegiatan domestic dan social berlangsung. Perkembangan mata pencaharian mendorong masyarakat untuk ikut berperaan serta di dalamnya (khususnya wanita dan anak-anak) namun mereka juga tidak mau mengabaikan kegiatan domestic dan social, agar semua aktifitas dapat berjalan lancar maka masyarakat memilih ruang untuk kerja yang dekat atau bahkan berada dalam lingkungan rumah dan kolong adalah pilihan yang paling tepat. Tujuan yang ingin dicapai adalah bagaimana penghuni permukiman menyikapi pekerjaan dan kondisi ekonominya terkait dengan wujud perumahannya. Metode yang digunakan adalah eksplorasi, dimana peneliti mengeksplorasi semua hal yang terkait dengan perumahan kaitannya dengan pekerjaan dan ekonomi masyarakat. Eksplorasi dilakukan dengan cara perekaman, wawancara, dan pengukuran. Analisa dilakukan secara deskriptif. Hasil adalah penempatan hunian sangat dipengaruhi oleh pekerjaan masyarakat, sedang bagian rumah yaitu kolong menjadi ruang multi fungsi karena adanya tuntutan keluarga (wanita, anak-anak, dan orang tua) yang ingin bekerja (menambah income keluarga) namun tidak ingin kegiatan lainnya terabaikan, selain itu mereka ingin bekerja daalam suasana yang lebih santai, nyaman, dan aman.

Kata-kunci : permukiman nelayan, pekerjaan nelayan, ekonomi nelayan

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8.
C001-C008