Optimalisasi Energi Surya pada Arsitektur di Daerah Tropis Lembab

by

Studi Kasus Bangunan Sekolah Menengah

Indriani Laloma, Ronald F. Manganguwi, Megani R. N. Pantow, Pingkan Egam

Pascasarjana Arsitektur, Universitas Sam Ratulangi 2015.

Abstrak

Perancangan dengan menggunakan konteks bioklimatik mempunyai ketergantungan terhadap kondisi unik dari alam sekitarnya. Ada sebagian bangunan di Indonesia dirancang tanpa memperhatikan beberapa aspek, seperti suhu udara dan kelembaban relatif. Akibatnya, manusia yang tinggal dalam bangunan tersebut merasa tidak nyaman dalam beraktifitas. Untuk itu berkembanglah suatu pemikiran akan sadar energi yang berprinsip mencari hubungan simbiosis antara lingkungan dan menghubungkannya dengan penggunaan bangunan dan iklim setempat. Paham desain sadar energi ini, bermaksud untuk memanfaatkan matahari sebagai sumber energi yang dapat diperbaharui dan bersih lingkungan, menjadi dasar pemikiran dari arsitektur surya. Dimana Arsitektur surya merupakan suatu pemikiran desain bangunan yang mempertimbangkan faktor matahari ke dalam desain arsitektur bangunan, baik dalam memanfaatkannya sebagai sumber energi (aktif) maupun mengurangi efek negatif yang menimbulkan ketidaknyamanan fisik khususnya pada iklim tropis lembab. Penelitian ini dilakukan dengan identifikasi alat–alat elektronik yang menggunakan listrik dan wawancara langsung pada para pemakai untuk mencari informasi tentang kapasitas listrik yang terpasang (Watt) pada bangunan sekolah SMP Negeri 8 Manado dan berapa jumlah panel surya yang dapat dipakai pada bangunan ini sesuai dengan intensitas cahaya yang ideal. Penelitian ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya pengelola sekolah dalam mengurangi pemakaian listrik melalui penggunaan panel surya dimana energi panas surya melalui peralatan tertentu bisa menjadi sumber daya dalam bentuk lain (listrik).

Kata kunci : Arsitektur Bioklimatik, Arsitektur Tropis Lembab, Optimalisasi Energi surya, Sekolah

Halaman D 017-022
Download PDF :
TI2015-D-017-022-Optimalisasi Energi Surya pada Arsitektur di Daerah Tropis Lembab