Nilai Lebih pada Rancangan Rachnamatra sebagai Perusahaan Rintisan Arsitek

by

Nabila Fairuza1, Zaky A. Muhammad2, Cherryl S. Zadhine3, Javier D. Alamsyah4, Agus S. Ekomadyo5

1,2,3,4 Mahasiswa Program Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.
5 Dosen Program Sarjana Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung
Korespondensi: nabilafai@students.itb.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.7.c063

Abstrak

Rachnamatra adalah perusahaan rintisan arsitektur yang berpusat di Bandung. Meskipun baru berdiri, proyek yang sudah dikerjakan Rachnamatra berjumlah cukup banyak dan bervariasi. Dengan mengambil beberapa proyek yang dianggap representatif, penulis ingin menguraikan benang merah dari proses desain yang dilakukan Rachnamatra pada proyek yang dikerjakannya. Melalui wawancara secara langsung dengan arsitek prinsipal, didapatkan data yang kemudian dianalisis dengan metode analisis Problem-Solution dari buku How Designers Think oleh Bryan Lawson. Dari hasil analisis yang dilakukan, didapatkan kesimpulan bahwa Rachnamatra tidak memiliki ciri khas dalam mendesain dari segi arsitektural, namun selalu berusaha memberikan solusi pada permasalahan dan memberikan nilai lebih pada rancangannya sehingga keuntungan terus diperoleh setelah proses produksi selesai. Rachnamatra berpikir visioner melalui penambahan nilai jual pada setiap proyek yang dilakukannya, agar mendapatkan kepercayaan dari klien yang menjadi sebagai perusahaan rintisan arsitektur.

Kata-kunci: perusahaan rintisan arsitektur, Rachnamatra, How Designers Think, Lawson, Problem-Solution,  solusi praktis, branding

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, C 063-070
Download PDF