Nilai Integritas Rumah Adat Sebagai Ruang Publik Inklusif di Kawasan Adat Sahu, Halmahera Barat

by

Sherly Asriany

Kelompok Permukiman dan Lingkungan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Khairun Ternate

Abstrak

Permasalahan ruang publik semakin kompleks karena menyangkut upaya sinergisasi atau proses pencapaian konsensus dari berbagai kepentingan. Ruang publik sebagai salah satu elemen penting perkotaan dapat menjadi petunjuk tentang karakter khusus suatu masyarakat. Ruang publik inklusif dapat berupa koridor jalan, alun-alun, pasar, taman, dan sebagainya. Namun pada kawasan adat ruang publik inklusif adalah berupa rumah adat itu sendiri. Ruang publik inklusif memiliki kekuatan yang luar biasa tidak hanya sebagai pengarah perkembangan suatu kawasan namun juga berpotensi mengendalikan kecepatan perkembangan kawasan baik secara vertikal maupun horisontal. Peran ruang publik inklusif sebagai the lungs of the city and social binder, mampu memiliki karakter ruang yang responsif, demokratis dan bermakna dalam konteks pengembangan daerah. Penelitian ini dimaksudkan untuk memahami nilai integritas dari ruang publik inklusif di kawasan adat yang ditentukan berdasarkan kriteria nilai historik dan nilai estetika serta nilai fungsi. Tujuannya adalah untuk mengetahui kualitas dan signifikan rumah adat sebagai ruang publik inklusif di kawasan adat Sahu. Metode pengumpulan dan analisis data menggunakan metode kualitatif dengan teknik survey. Kriteria yang digunakan untuk menilai integritas ruang publik terdiri dari nilai sejarah, nilai estetika, dan nilai fungsi. Temuan dari penelitian ini adalah bahwa nilai integritas dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan, yaitu nilai integritas tinggi, sedang dan rendah.

Kata-kunci: nilai integritas, ruang publik inklusif, kawasan adat

Halaman 31-36
Download PDF:
TI2013 06 p031-036 Nilai Integritas Rumah Adat Sebagai Ruang Publik Inklusif