Morfologi Arsitektur Rumah Tradisional Minahasa

by

Pierre Holy Gosal

Program Studi Arsitektur, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sam Ratulangi.

Abstrak

Menurut legenda, orang Minahasa berasal dari kedua orang ini yang datang ke Celebes bagian utara, mereka adalah lelaki Toar (matahari) dan wanita Lumimu’ut (tanah). Lumimu’ut adalah seorang prajurit wanita, yang dibentuk dari batu karang, dicuci dalam laut, dipanaskan oleh matahari dan disuburkan oleh Angin Barat. Minahasa secara etimologi berasal dari kata Mina-Esa (Minaesa) atau Maesa yang berarti jadi satu atau menyatukan, maksudnya harapan untuk menyatukan berbagai kelompok sub etnik Minahasa yang terdiri dari Tontemboan, Tombulu, Tonsea, Tolour (Tondano), Tonsa-wang, Ponosakan, Pasan dan Bantik. Nama “minahasa” sendiri baru digunakan belakangan. “Minahasa” umumnya diartikan “telah menjadi satu”. Rumah Tradisional Minahasa telah dikenal karena bentuk arsitektur dan konstruksinya yang khas. Rumah ini berkembang seiring dengan waktu. Saat ini Rumah Tradisional yang sudah berkembang menjadi Rumah Kayu Minahasa merupakan komoditi ekspor. Tujuan penelitian  ini adalah untuk memahami proses perubahan bentuk bangunan rumah tradisional sejak saat pertama terdeteksi melalui berbagai media yang ada. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literature dan studi perbandingan. Data diperoleh dari media-media dan buku-buku referensi serta melalui survey lapangan. Bentuk-bentuk rumah ini kemudian dibanding-bandingkan terhadap detil arsitekturnya dan mengkaji setiap perubahan-perubahan yang terjadi. Dari hasil kajian diketahui bahwa secara umum terjadi empat kali perubahan secara umum.

Kata-kunci : minahasa, rumah-tradisional, arsitektur

Halaman E 145-152
Download PDF :
TI2015-E-145-152-Morfologi Arsitektur Rumah Tradisional Minahasa