Model Rumah Representatif Bagi Nelayan Tradisional di Wilayah Pesisir Pantai Hutan Bakau (Mangrove) Halmahera Barat, Maluku utara

by

Sherly Asriany*, Muh.Tayeb M**, Ridwan***

*Permukiman dan Lingkungan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Khairun
**Sains Bangunan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Khairun
***Membaca dan Menulis, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Khairun

Abstrak

Hunian adalah suatu lingkungan binaan yang memegang peranan penting dalam membentuk manusia yang berkualitas. Hunian yang baik adalah yang mampu merepresentasikan atau mengakomodir kebutuhan warga/penghuni, dimana ada keserasian dan keselarasan dengan segala aspek pendukung lainnya. Penghuni merasa nyaman, aman dan sehat berdiam didalamnya. Namun permukiman nelayan yang ada saat ini dirasa belum mampu merepresentasikan diri nelayan. Hunian hanya sekedar untuk pemenuhan kebutuhan fisik. Oleh karena itu maka dirasa amat perlu untuk membuat suatu konsep baru tentang permukiman nelayan yang mampu menjawab hal tersebut, sehingga nelayan dan keluarganya dapat merasa senang, nyaman, dan aman dalam melakukan berbagai aktifitasnya. Disamping itu peningkatan pembangunan perumahan dan permukiman secara terarah dan terpadu dengan jalan pemenuhan kebutuhan prasarana ataupun menata kembali infrastruktur yang telah ada. Namun kenyataannya, masih kurang memenuhi persyaratan kualitas maupun kuantitas. Hal ini tentu saja akan berkontribusi terhadap penurunan/peningkatan etos kerja dan kualitas hidup dari kelompok tersebut. Dalam agenda 21, dinyatakan bahwa salah satu kelompok masyarakat miskin yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah adalah masyarakat nelayan. Pemenuhan dan kebutuhan mereka sangat tergantung pada kondisi musim dan keberadaan sumber daya alam tanpa ada kemampuan untuk mengontrolnya. Karena laut tempat mereka menggantungkan hidup dan kehidupannya merupakan sumber daya alam milik bersama yang jika rusak tidak ada individu yang merasa bertanggung jawab secara pribadi. Salah satu penyebab utama dari kondisi diatas adalah akibat kegiatan manusia itu sendiri. Disisi lain, fungsi hutan mangrove (hutan bakau) sebagai ciri khas daerah pesisir mengalami penurunan kualitas yang akan berpengaruh terhadap menurunnya tingkat pendapatan nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsep rumah yang mampu merepresentasikan kebutuhan masyarakat nelayan yang selaras dengan lingkungan. Metode atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Temuan akhir penelitian ini adalah rumah panggung dengan ukuran kolong yang lebih tinggi, penggunaan material lokal, serta pemanfaatan hutan bakau (mangrove) yang dikombinasikan dengan kanal untuk mengurangi erosi dan abrasi pantai.

Kata-kunci: hutan bakau (mangrove), model rumah, nelayan tradisional, pesisir pantai, representative

Halaman 1-6
Download PDF:
TI2014 E p001-006 Model Rumah Representatif Bagi Nelayan Tradisional di Wilayah Pesisir Pantai Hutan Bakau (Mangrove) Halmahera Barat, Maluku utara