Model Perluasan Bangunan Rumah Swadaya sebagai Pendukung Fungsi Hunian dan Usaha Berbasis Ramah Lingkungan di Permukiman Kumuh Kota Makassar

by

Shirly WUNAS*, Venny Veronica N**, Pratiwi Mushar***

*Labo Perumahan Permukiman, Prodi Pengembangan Wilayah Kota, Teknik Arsitektur, Universitas Hasanuddin
**Labo Perumahan Permukiman, Prodi Pengembangan Wilayah Kota, Teknik Arsitektur, Universitas Hasanuddin
***Labo Perumahan Permukiman, Prodi Pengembangan Wilayah Kota, Teknik Arsitektur, Universitas Hasanuddin

Abstrak

Konsep rumah sebagai fungsi hunian dan usaha berkembang sangat kuat dalam perumahan swadaya, khususnya di kawasan permukiman padat dan kumuh, yang dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Aplikasi dari penambahan fungsi usaha dalam perumahan swadaya, umumnya tidak direncanakan dari awal sejak di bangunnya rumah. oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah menganalisis perluasan bangunan rumah swadaya dan perubahan fungsi ruang untuk hunian dan ditinjau dari pola pemisahan ruang, hirarki ruang, ruang teritori, pola perluasan ruang, keamanan penghuni dan usaha.Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang sifatnya deskriptif eksploratif. Data diperoleh dengan pengamatan langsung (observasi dan sketsa) di lapangan dan wawancara dengan mempergunakan kuesioner, kepada kepala keluarga yang tinggal dalam perumahan swadaya yang telah diperluas atau direnovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari penghuni perumahan swadaya telah melakukan perluasan rumah dengan model memisahkan ruang lantai hunian dan usaha, namun berdampak pada hirarki ruang yang tidak privasi, karena ruang hunian hanya dapat diakses dari ruang usaha, namun model teritori ruang terpisah secara tegas.

Kata-kunci: hunian, usaha, perluasan rumah swadaya

Halaman 37-40
Download PDF:
TI2013 06 p037-040 Model Perluasan Bangunan Rumah Swadaya