Model Pengembangan Tata Ruang Transit Oriented Development (TOD) Kawasan Pelabuhan Kayu Bangkoa Makassar

by

Andi B. Arief(1), Ananto Yudono(2), Arifuddin Akil(3), M. Isran Ramli(4)

 (1)Perencanaan dan Perancangan Kota, Ilmu-ilmu Teknik, Mahasiswa Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin Makassar.
(2)Perencanaan dan Perancangan Kota, Ilmu-ilmu Teknik, Profesor Teknik Arsitektur, Universitas Hasanuddin Makassar.
(3)Perencanaan dan Perancangan Kota, Ilmu-ilmu Teknik, Dosen Teknik Arsitektur, Universitas Hasanuddin Makassar.
(4)Transportasi, Ilmu-ilmu Teknik, Dosen Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin Makassar.


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor penentu model pengembangan tata ruang transit oriented development (TOD) kawasan pelabuhan Kayu Bangkoa di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah survey dengan wawancara secara acak kepada para komuter, melakukan observasi terhadap fungsi bangunan di kawasan pelabuhan dan sekitarnya yang ditunjang dengan studi literatur. Hasil penelitian ini adalah kawasan pelabuhan belum mampu memenuhi kebutuhan para komuter, diantaranya belum tersedianya fasilitas perbelanjaan yang lengkap, sarana dan prasarana angkutan umum massal yang sesuai dengan prinsip TOD pelabuhan. Angkutan umum massal belum tersedia,para komuter cenderung menggunakan; becak dan taksi dengan tarif yang lebih mahal dari pada “pete-pete”, sepeda motor atau mobil pribadi dengan biaya operasional yang lebih mahal dan polutif, biaya penyeberangan penumpang dan sepeda motor melalui laut yang cukup mahal, serta parkir kendaraan di kawasan pelabuhan yang panas dan kurang aman.

Kata-kunci : pelabuhan, tata ruang, TOD

Halaman A 019-026
Download PDF :
TI2015-A-019-026-Model Pengembangan Tata Ruang Transit Oriented Development