Metode Photogrammetry untuk Interpretasi Perkembangan Pola Permukiman Tradisional di Provinsi Bali

by

Desak Putu Damayanti

Peneliti Bidang Perancangan Arsitektur, Balai Penelitian dan Pengembangan Perumahan Wilayah II Denpasar, Balitbang Perkim – Kementerian PUPR
Korespondensi: damabalaipu@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.f015

Abstrak

Data eksisting permukiman tradisional saat ini dominan terbatas pada ilustrasi dua dimensi maupun tiga dimensi. Namun ilustrasi tersebut banyak memiliki kekurangan, khususnya dalam aspek visualisasi, ketajaman gambar, dan keakuratan dimensi. Provinsi Bali memiliki permukiman tradisional sebanyak 38 (tiga puluh delapan) buah yang tersebar di 7 (tujuh) Kabupaten. Pendataan serentak seluruh lokasi permukiman tradisional pernah dilakukan pada tahun 1980. Tulisan ini masuk dalam kategori penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk melakukan pembaharuan data seluruh permukiman tradisional tersebut menggunakan metode photogrammetry. Pembaharuan data tersebut dapat dilakukan dengan waktu singkat dan akurat menggunakan metode photogrammetry. Metode  photogrammetry merupakan metode pemetaan foto udara / UAV yang menggunakan sistem tanpa awak (Unmanned System) dengan bantuan pesawat drone. Peta yang dihasilkan adalah kualitas peta eksisting yang lebih terukur sesuai kondisi lapangan. Observasi lapangan untuk pengambilan kepingan-kepingan foto udara pada 38 titik lokasi dapat diselesaikan dalam waktu 8-10 hari, dengan luas area permukiman rata-rata 5 Ha. Analisa data selanjutnya terfokus pada perkembangan pola permukiman yang telah terjadi saat ini, berdasarkan peta site yang diperoleh.   Hasilnya menunjukkan bahwa 63% lokasi masih menunjukan pola permukiman linier seperti awalnya, sedangkan 37% lokasi telah mengalami perkembangan yang pesat. Kualitas peta permukiman yang dihasilkan mampu menunjukan kondisi aslinya, lebih terukur, terhubung dengan aplikasi pemetaan lainnya, dan memiliki ketajaman gambar yang baik (3-5 cm / pixel).

Kata-kunci : photogrammetry, pembaharuan data, permukiman tradisional, Provinsi Bali

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, F 015-023
Download PDF