Metoda Penilaian Wilayah Pesisir: Upaya Mengetahui Karakteristik Lanskap Sensitif

by

Rully Besari Budiyanti

Staf Pengajar Prodi, Arsitektur Lanskap, Arsitektur Lansekap, Jur. Arsitektur Lanskap Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti.

Abstrak

Wilayah pesisir menurut UU RI No 27 tahun 2007 diartikan sebagai daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan laut. Kawasan pesisir merupakan lanskap sensitif yang memiliki karakter ekosistem darat dan ekosistem laut. Keragaman ekosistem menjadikan wilayah pesisir sangat rentan terhadap berbagai gangguan. Perubahan fungsi sekecil apapun dapat mengakibatkan dampak negatif secara berkepanjangan, yang berakhir pada penurunan daya dukung maupun mutu lingkungan serta pengurangan sampai hilangnya kea-nekaragaman hayati. Selama ini pengembangan dan pembangunan wilayah pesisir belum mengacu pada konsep kesatuan ekositem, sehingga belum banyak memperhatikan dan memperhitungkan dampaknya terhadap kerusakan lingkungan, yang akan berakibat pada penyusutan dan kerusakan sumber daya alam. Metoda lansekap asesmen merupakan salah satu metoda yang dapat digunakan untuk menentukan strategi pembangunan dan pengelolaan wilayah pesisir.

Kata-kunci : keragaman ekosistem, kesatuan ekosistem, lanskap sensitif, metoda asesmen

Halaman A 059-062
Download PDF :
iplbi2016-a-059-062-metoda-penilaian-wilayah-pesisir-upaya-mengetahui-karakteristik-lanskap-sensitif