Mental Maps sebagai Penguat Citra Wisata Kota Lama Semarang

by

Paulus Hariyono

Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Pandanaran Semarang.
Korespondensi: phariyono@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.b036

Abstrak

Kota Lama Semarang sedang menggeliat. Berbagai upaya dilakukan agar tercapai revitalisasi Kota Lama Semarang. Beberapa upaya telah dilakukan, seperti perbaikan prasarana (jalan dan elemennya), mengaktifkan kegiatan sosial ekonomi di kawasan Kota Lama, perbaikan taman, insentif pengurangan besar pajak PBB. Upaya itu cukup mengangkat Kota lama sebagai pusat kegiatan, namun upaya itu masih kurang maksimal. Beberapa hal yang masih kurang, di antaranya adalah 1) konsep city walk masih kurang jelas; dan 2) sarana dan prasarana yang belum mendukung konsep city walk. Tujuan dari makalah ini adalah ingin meningkatkan Kota Lama sebagai Pusat Kegiatan (revitalisasi) secara maksimal. Studi dilakukan dengan metode pengamatan (observasi), dan dianalisis secara kualitatif. Dari analisis ini muncul suatu kesimpulan tentang perlunya pembentukan mental maps dengan pembentukan zona kegiatan untuk memperkuat citra Kota Lama sebagai konsep wisata city walk. Dengan citra yang jelas daerah tujuan wisata dapat menjadi prioritas bagi masyarakat kota Semarang dan sekitarnya, sehingga tercapai revitalisasi Kota Lama secara maksimal.

Kata-kunci : City Walk, Mental Maps, Sarana dan Prasarana.

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, B 036-039
Download PDF