Meningkatkan Citra Kawasan Mangrove sebagai Wisata Bahari Perkotaan Berbasis Dinamika Masyarakat Pesisir Kota

by

Suko Istijanto1, Rachmawati Novaria2, Farihin3

1 Program Studi Arsitektur/ Fakultas Teknik/Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
2,3 Program Studi Administrasi Publik/ Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik/ Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.
Email korespondensi: suko@untag-sby.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.8.d009

Abstrak

Kota Surabaya merupakan daerah perkotaan yang sebagian daratannya berbatasan langsung dengan pesisir, sehingga banyak dijumpai tumbuhan mangrove yang hidup di sana. Mangrove yang tumbuh di Kota Surabaya berada di sepanjang Pantai Timur dan Pantai Utara Surabaya. Permasalahannya: Ancaman bagi hutan mangrove di Pantai Timur Surabaya (PAMURBAYA) karena peralihan fungsi kawasan hutan bakau oleh berbagai pihak, seperti reklamasi, sentra perikanan budidaya, bahkan kayu untuk bahan bakar bagi masyarakat pesisir. Karena adanya tekanan pertumbuhan penduduk yang mengarah kebagian timur memberikan tambahan tekanan terhadap keberlangsungan kawasan mangrove dan kehidupan masyarakat nelayan pesisir kota di Pamurbaya. Terjadinya perubahan baik fisik, sosial ekonomi akan membahayakan keselamatan pantai dan keberlangsungan hidup masyarakat nelayannya, sehingga diperlukan model penataan untuk menyelaraskan tekanan perubahan ini agar ekosistem disana lebih terpelihara dan perlu memberikan pemahaman dan kesadaraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan diskriptif kualitatif dan outputnya berupa model peningkatan citra kawasan mangrove sebagai wisata bahari perkotaan berbasis dinamika masyarakat pesisir kota di Pantai Timur Surabaya.

Kata-kunci : citra kawasan, wisata bahari perkotaan, dinamika masyarakat

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, D 009-019
Download PDF