Melihat Heterotopia pada Ruang Publik

by

Astriana Marsalince Asbanu

Program Studi Perencanaan Wilayah & Kota, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, ITENAS.

Abstrak

Ruang publik telah menjadi kebutuhan bagi berlangsungnya interaksi masyarakat perkotaan. Taman kota seperti Taman Alun-alun Kota Bandung yang berfungsi sebagai ruang publik, merefleksikan realitas kehidupan masyarakat kota. Namun, keberadaan taman ini juga merupakan manifestasi dari ‘ruang yang lain’ yang diimajinasikan oleh pengguna taman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keberadaan heterotopia dalam ruang publik khususnya dalam Taman Alun-alun Kota Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode eksplorasi kualitatif, data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap taman dan aktivitas di dalamnya, serta melalui kajian literatur seperti jurnal dan buku. Analisis spasial dilakukan dengan mengeksplorasi dan menganalisis ke-6 prinsip heterotopia yaitu heterotopology pada Taman Alun-alun Kota Bandung. Heterotopia dapat dilihat pada Taman Alun-alun Kota Bandung. Baik krisis dan penyimpangan, fungsi, penjajaran, waktu, tempat maupun masyarakat dalam taman ini, berperan serta dalam memproduksi ‘ruang yang lain’ dalam imajinasi sekaligus secara fisik. Taman ini merupakan ruang nyata yaitu ruang publik yang terbuka dan dapat dinikmati oleh semua golongan masyarakat sekaligus ‘ruang yang lain’ yaitu ruang utopis yang direfleksikan oleh intra dan inter-aksi individu maupun ruang kepada kehidupan di dalam dan di luar taman tersebut.

Kata-kunci : heterotopia, heterotopology, ruang publik, taman kota.

Halaman A 117-122
Download PDF :
IPLBI2016-A-117-122-Melihat Heterotopia pada Ruang Publik