Kriteria Placemaking untuk Fashion Hub

by

Pradita Candrawati, Agus Suharjono Ekomadyo

Program Studi Master Desain Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perancangan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Bandung sebagai kota fashion memiliki kendala tersendiri dalam pengembangan ekonomi melalui produk fashion. Kendala tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidaksinergian peran antar aktor-aktor utama dalam industri ini. Aktor-aktor dalam dunia fashion yang terdiri dari komunitas pengusaha, kreator, akademisi dan konsumen membentuk perilaku spesifik yang pada akhirnya mempengaruhi perkembangan industri fashion yang ada di Kota Bandung. Melalui metode pen-dekatan teori placemaking, dilakukan pengamatan-pengamatan khusus mengenai people (masyarakat), activity (aktivitas) dan movement (pergerakan) dalam dunia fashion di Kota Bandung. Berdasarkan hasil studi tersebut Bandung memerlukan community center, sebagai pusat promosi dan eksibisi berupa galeri, demi berkembangnya produktivitas dan penjualan produk fashion yang ada. Bangunan ini kemudian berperan menjadi katalisator emansipasi ekonomi dalam upaya harmonisasi sosial antar pelaku bisnis fashion di Kota Bandung.

Kata-kunci : bandung, fashion, placemaking, emansipasi ekonomi

Halaman D 191-196
Download PDF :
IPLBI2016-D-191-196-Kriteria Penciptaan Tempat untuk Fashion Hub-0