Kriteria Pemilihan Ruang Aman bagi Tenaga Kesehatan pada Saat Bencana

by

Rita Laksmitasari Rahayu

Program Studi Doktor Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung
Email korespondensi: ritalaxmi@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.c092

Abstrak

Rumah sakit perlu dirancang sehingga tenaga kesehatan dapat membantu evakuasi pasien dengan mudah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui ruang aman untuk evakuasi yang dipilih oleh tenaga kesehatan pada saat bencana. Data dikumpulkan dengan kuesioner daring, yang dibagikan kepada tenaga kesehatan menggunakan non-random sampling. Data teks yang terkumpul dianalisis dengan analisis isi. Dari hasil analisis terungkap tenaga kesehatan cenderung memilih ruang aman untuk evakuasi karena kemudahan akses, ketiadaan penghalang, dan kekuatan bangunan. Kemudahan akses terutama mewakili makna kemudahan keluar dari bangunan. Ketiadaan penghalang mewakili makna ruang luas dan terbuka. Kekuatan bangunan memiliki arti bangunan dapat menjadi pelindung dari bencana. Kelompok ruang yang dianggap aman oleh tenaga kesehatan yaitu kelompok ruang pelayanan penunjang non klinik, kelompok pelayanan medik, dan halaman. Kelompok ruang pelayanan non klinik misalnya ruang rapat, mushola, ruang tunggu. Kelompok pelayanan medik misalnya ruang dokter, ruang konsultasi, laboratorium.

Kata-kunci : evakuasi, kategori, kuantitatif, ruang aman, rumah sakit.

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, C 092-098
Download PDF