Kriteria Desain Alih Fungsi Huntara Menjadi Hunian Permanen Korban Bencana Merapi Studi Kasus : Desa Umbulharjo, Cangkringan, Yogyakarta

by

Hibatullah Hindami N A*, Tazkia Agung Fuadi**, Dimas Rahmatullah***, Muhammad Kholif L W P***

*Mahasiswa Magister, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, & Pengembangan Kebijakan (SAPPK), ITB.
**Mahasiswa Magister, Manajemen (MM), UGM.
***Mahasiswa Magister, Desain Kawasan Binaan (MDKB), UGM.

Abstrak

Dampak siklus bencana merapi menyebabkan warga Merapi kehilangan rumah tinggal dan harta bendanya. Setelah terjadinya bencana, korban bencana Merapi ditempatkan dan tinggal di shelter hunian sementara (HUNTARA) hingga ada pemberitahuan dari pemerintah untuk tindakan selanjutnya. Salah satu tindakan pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan menjadikan HUNTARA sebagai hunian permanen (resettlement). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan mereka terhadap kondisi HUNTARA saat ini dan ketika kelak dijadikan hunian permanen. Sehingga mendapatkan kriteria apa saja yang harus dipenuhi untuk alih fungsi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian pada HUNTARA yang terletak di Dusun Pangukrejo, Desa Umbulharjo, Yogyakarta, kriteria dibagi menjadi 2 bagian. Berdasar data teknis kependudukan seperti sarana kebudayaan, niaga, peribadatan, kesehatan dan pendidikan. Dan yang berdasar kondisi fisik dan lingkungan sekitar, merupakan infrastruktur yang merespon lokasi HUNTARA.

Kata-kunci: kriteria desain, korban bencana alam, resettlement

Halaman 35-40
Download PDF:
TI2014 A p035-040 Kriteria Desain Alih Fungsi Huntara Menjadi Hunian Permanen Korban Bencana Merapi