Konservasi Pura Tirta Bulan di Desa Singapadu Tengah, Gianyar: Penataan Objek Bersejarah Berbasis Prinsip Ekowisata-Spiritual

by

I Made Suarya1, I Nyoman Widya Paramadhyaksa2, I Gusti Agung Bagus Suryada3

1 Lab. Perancangan Arsitektur, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
2,3 Lab. Arsitektur dan Budaya, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
Korespondensi: paramadhyaksa@yahoo.co.jp

https://doi.org/10.32315/ti.7.a001

Abstrak

Desa Singapadu Tengah adalah sebuah desa yang telah ditetapkan menjadi desa wisata baru dalam wilayah Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Penetapan tersebut didasarkan pada keberadaan objek potensial yang sangat banyak. Di antara demikian banyaknya objek potensial yang ada, terdapatlah sebuah pura yang memiliki karakter berupa hidro arkeologi. Pura ini bernama Pura Tirta Bulan yang terletak di Desa Pakraman Negari. Pura Tirta Bulan merupakan pura yang menjadi tempat untuk melakukan pengelukatan (prosesi pembersihan menggunakan air suci). Pura yang berada di tepian sungai Oos ini, pada area Utama Mandala terdapat tinggalan berupa Goa yang dipercaya digunakan sebagai tempat bersemedi. Artikel ini memuat sebuah ringkasan dari hasil penelitian berkenaan dengan konsep penataan Pura Tirta Bulan yang akan dijadikan sebagai sebuah objek wisata religi. Penyusunan konsep desain ini dilakukan dengan berupaya mengakomodir segala gagasan dari banyak pihak, seperti dari pengelola pura, pemuka desa, pemuka agama, masyarakat, dan tentunya dari pihak pemerintah daerah.

Kata-kunci : konsep, penataan, Pura, religi, wisata

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, A 001-008
Download PDF