Konservasi Bangunan Stasiun Kota Baru Malang

by

Imam Santoso1 , Adisti Safrilia, Pindo Tutuko3

1,2,3 Lab.Sejarah dan Teori Arsitektur , Arsitekur/Fakultas Teknik, Universitas Merdeka Malang.
Korespondensi: imam.santoso@unmer.ac.id/adistisafrilia99@gmail.com/pindotutuko@unmer.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.7.h051

Abstrak

Malang memiliki banyak bangunan peninggalan Belanda yang bersejarah, salah satunya adalah Stasiun Kota Baru. Stasiun Kota Baru memiliki keunikan pada karakter spasial dan visualnya sehingga perlu ditinjau untuk mengetahui sejauh mana bangunan ini untuk dikonservasi agar keaslian bangunan tetap terjaga. Keunikan visual pada bangunan ini terletak pada atap bangunan yang datar, geivel horizontal, dan berbentuk kubus dengan dominasi cat warna putih. Keunikan parsial bangunan ini satu-satunya yang memiliki jalur terowongan bawah tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali khasanah bangunan kuno/bersejarah yang berada di daerah Malang, dan mendapatkan suatu keluaran deskriptif tentang masalah pemugaran yang telah dilakukan, serta mengungkap seberapa jauh suatu bangunan kuno/bersejarah yang layak dilestarikan. Metode penelitian menggunakan deskriptis analisis, dengan pengumpulan data survey dan observasi lapangan, serta melakukan studi dokumen-dokumen yang berhubungan dengan masalah konservasi. Hasil akhir dari penelitian yaitu membuktikan bahwa Stasiun Kota Baru layak untuk dikonservasi dan diharapkan pemerintah dapat memiliki kepedulian dalam melestarikan bangunan ini.

Kata-kunci : bangunan kuno, kolonial, konservasi, malang

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, H 051-057
Download PDF