Konsep Spasial Permukiman Suku Madura di Gunung Buring Malang, Studi Kasus Desa Ngingit

by

Budi Fathony*,Lalu Mulyadi**,Gaguk Sukowiyono***

* Sejarah dan Teori Arsitektur, Arsitektur Vernakular, PS.Arsitektur, FTSP-ITN Malang
** Perencanaan Perumahan & Perkotaan, Arsitektur & Permukiman Kota PS.Arsitektur ITN Malang
*** Sains Arsitektur & Lingkungan, Arsitektur Lingkungan, PS Arsitektur, FTSP-ITN Malang

Abstrak

Kehidupan masyarakat Madura di Desa Gunung Buring Malang merupakan perwujudan tradisi dan budaya Madura dengan karakteristiknya telah melekat sebagai wujud arsitektur, walaupun alam dan lingkungan daerah pegunungan pada ketinggian 631 meter dpl, bukan dari tempat asalnya (pulau Madura) merupakan daerah pesisir tidak menjadi penghalang bagi pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik konsep spasial permukiman Suku Madura di Gunung Buring Malang.  Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, pengkajian berbagai fenomena menjadi proses pembentukan. Sampel secara purposif. Untuk memperjelas fokus penelitian, data dikumpulkan dilakukan kategorisasi. Proses analisis dilakukan sejak awal pengumpulan data dari lapangan, kemudian seleksi data dengan tujuan agar data yang terkumpul tidak meluas, sebaliknya untuk memperjelas fokus penelitian. Diharapkan temuan dihasilkan dari penelitian ini adalah guna membangun teori lokal arsitektur vernakular.

Kata-kunci: konsep, Madura, permukiman, spasial, suku

Halaman 61-64
Download PDF:
TI2012-05-p061-064 – Konsep Spasial Permukiman Suku Madura di Gunung Buring Malang