Konsep Pengembangan Ruang Terbuka Publik Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat

by

Melia W. Pratiwi, Marly V. Patandianan, Bambang Heryanto

Laboratoratorium Perencanaan dan Perancangan Wilayah, Pariwisata dan Mitigasi Bencana, Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

Abstrak

Berdasarkan sifatnya, ruang terbuka terdiri dari ruang terbuka privat dan ruang terbuka publik.Pantai Bahari adalah contoh ruang terbuka publik yang menampung berbagai aktivitas masyarakat, baik secara individu maupun kelompok dan dapat diakses langsung oleh pengunjung, namun pemanfaatannya masih belum maksimal.Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik Pantai Bahari, mengidentifikasi ketersediaan sarana prasarana penunjang Pantai Bahari serta rekomendasi berupa konsep pengembangan ruang terbuka publik Pantai Bahari.Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu survei, kuesioner dan wawancara.Data ditabulasikan dan dianalisis dengan metoda deskriptif kuantitatif, deskripsi kualitatif dan foto mapping.Temuannya yaitu: 1) Karakteristik ruang publik Pantai Bahari: keunggulan utamanya adalah letaknya yang strategis berada di pusat kota, aktivitas yang paling menonjol yaitu hiburan/refreshing, frekuensi kunjungan 4-5 kali/bulan dengan rata-rata waktu tinggal selama 2 jam; 2) Sarana prasarana pendukung yang ada, antara lain jalur pedestrian, separator/pembatas, dermaga RTNH, masjid; 3) Rumusan konsep pengembangan ruang terbuka publik berdasarkan zonasi eksisting kegiatan dan fungsi ruang terbuka: zona rekreasi, zona public, dan zona perdagangan.

Kata-kunci:Fasilitas, Pantai Bahari, Polman, Tepian Air, Ruang Terbuka Publik

Halaman B 045-050
Download PDF :
TI2015-B-045-050-Konsep Pengembangan Ruang Terbuka Publik Pantai Bahari, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat