Konsep Pengembangan Kampung Muara Angke Jakarta menjadi Kampung Vertikal

by

Lulut Indrianingrum1, Abdul Rozak2

1 Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Gedung E3-E4 Kampus Sekaran Gunungpati, Kota Semarang
Email korespondensi: lutyindria@gmail.com; abdulrozakk26@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.8.d059

Abstrak

Muara Angke adalah salah satu permukiman padat yang berlokasi Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Permukiman Kumuh di Muara Angke letaknya berada pada wilayah perkampungan nelayan Blok Eceng dan Blok Empang yang berada pada sudut kawasan Muara Angke. Warga dari dua blok inilah yang akan dipindahkan pada lokasi baru yang dirancang sebagai kampung vertikal. Kampung Vertikal dipilih sebagai solusi desain untuk mengatasi permasalahan permukiman di Muara Angke. Kampung vertikal merupakan konsep hunian yang bertransformasi dari kampung yang dibentuk bersusun ke atas dengan tujuan meminimalisir penggunaan lahan. Metode perencanaan yang digunakan dalam perancangan kampung vertikal ini adalah resettlement. Perancangan Kampung Vertikal didesain untuk mewadahi kebutuhan masyarakat Muara Angke dengan disediakannya fasilitas, pertokoan, fasilitas sosial, fasilitas perikanan, fasilitas peribadatan, dan juga fasilitas pelayanan umum yang dapat mendukung kehidupan masyarakat Muara Angke ke arah yang lebih baik.

Kata-kunci : pengembagan, kampung vertikal, ekologis

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, D 059-066
Download PDF