Konsep Penataan Permukiman Produktif Berbasis Industri Rumput Laut (Desa Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten)

by

Desi I. Purnamasari, Shirly Wunas, Mimi Arifin

Labo.Perumahan dan Permukiman, Program Studi Pengembangan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

Abstrak

Potensi Kabupaten Bantaeng yang merupakan salah satu sentra produksi rumput laut di Indonesia, mempengaruhi peningkatan jumlah pembudidaya rumput laut dan permukiman. Perkembangan ini seharusnya didikuti dengan peningkatan sarana prasarana penunjang kegiatan budidaya rumput laut. Permukiman petani rumput laut di pesisir dan tepian sungai berkembang tidak terkendali dan tidak teratur menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi tapak permukiman produktif dari segi geografis dan topografi, sarana dan prasarana penunjang kegiatan budidaya rumput laut,serta sistem kelembagaan dan komunitas rumput laut. Metode dalam penelitian ini menggabungkan antara metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif  dan Analisis spasial. Hasil dari studi ini adalah membutuhkan konsep penataan permukiman dengan resettlement dan infill development, serta penataan kondisi sarana-prasarana, penaataan sistem kelembagaan dan komunitas.

Kata-kunci : Konsep Penataan, permukiman produktif, industri rumput laut

Halaman C 037-042
Download PDF :
TI2015-C-037-042-Konsep Penataan Permukiman Produktif Berbasis Industri Rumput Laut