Konsep Eco-living sebagai Wujud Permukiman Berkelanjutan di Kawasan Wisata Benteng Sombaopu, Gowa

by

M.Yahya Siradjuddin1, Idawarni1, Mauludi Yusuf2

1 Lab. Perancangan Perumahan dan Lingkungan Permukiman, Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
2 Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
Korespondensi: yahyasiradj70@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.7.051

Abstrak

Pengelolaan lingkungan berbasis konsep eco-living dalam pengembangan permukiman berkelanjutan merupakan salah satu cara untuk menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan. Kondisi permukiman di kawasan wisata Benteng Sombaopu mengalami permasalahan yang kompleks terkait penataan permukiman yang berada di samping sungai jeneberang. Permasalahan yang ada karena kurangnya pendekatan arsitektur hijau, penyediaan jalur pedestrian, konservasi air, penggunaan material yang berkelanjutan, penutup permukaan tanah serta perilaku warga masyarakat yang tanggap terhadap konsep keberlanjutan. Kajian ini dilakukan dengan analisis deskriptif yang mengaitkan kondisi lapangan dengan konsep teori yang terkait dengan konsep eco-living dengan membuat interpretasi dan rumusan perencanaan terhadap hasil analisis  yang lebih baik. Perwujudan konsep eco-living yang menghasilkan konsep perencanaan yang akan mengembalikan fungsi kawasan sebagai bagian gaya hidup berhuni/bertempat-tinggal yang berwawasan lingkungan melalui arahan penataan dan pemanfaatan sebagai solusi atas fenomena yang dialami oleh kawasan wisata di Kel. Benteng Sombaopu, Gowa.

Kata-kunci: eco-living, permukiman berkelanjutan

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, F 051-056
Download PDF