Konsep Community Based Development dalam Penataan Lingkungan Permukiman Tradisional Kerajinan Songkorecca

by

Syahriana Syam

Lab. Sejarah Dan Teori Arsitektur/Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik/Universitas Hasanuddin Makassar
Korespondensi: sary_archi@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.g017

Abstrak

Penataan lingkungan permukiman pada dasarnya merupakan bagian integral dari rencana pembangunan dan pengembangan Kota/Kabupaten dan mempunyai kedudukan yang sama dengan sektor, seperti rencana pengembangan pertanian, kawasan hutan, rencana pengembangan kepariwisataan dan lain-lain. Pembangunan pedesaan khususnya dalam penanganan kawasan permukiman tradisional, kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat (basic need aproach) akan perumahan beserta sarana dan prasarana pada intinya memiliki keterbatasan, Jika dikaitkan dengan ketersediaan lahan. Potensi lahan tersebut dalam pemanfaatannya memerlukan tata cara penanganan serta optimalisasi penggunaan terutama hal distribusi pelayanan fasilitas, sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan pembangunan ke bagian kawasan pedesaan termasuk lokasi yang dianggap kawasan tradisional pedesaan. Penelitian ini difokuskan bagaimana konsep “community based development” (pembangunan yang bertumpu pada komunitas) sebagai salah satu alternative dalam penataan lingkungan permukiman yang ada di kawasan Desa Paccing Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif rasionalistik dimana manusia sebagai instrument penelitian, dengan teknik interview dan observasi, menangkap hal-hal yang tersirat. Hasil penelitian ditemukan bahwa program peremajaan di Desa Paccing membawa perubahan kualitas fisik dan daya dukung lingkungan yang ekologis serta kehidupan masyarakat yang sehat

Kata-kunci : Community Based Development, Songkorecca

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, G 017-022
Download PDF