Konsep Arsitektur Tropis pada Green Building sebagai Solusi Hemat Biaya ( Low Cost )

by

Samsuddin1,   Andi Edyas2, Takdir Daming3, Edward Syarif4

Lab. Disain Perumahan dan Lingkungan Permukiman/Departemen Arsitektur/Fakultas Teknik/ Universitas Hasanuddin.
2,3 Mahasiswa Pascasarjana Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
Lab.Disain Perumahan dan Lingkungan Permukiman/Departemen Arsitektur/Fakultas Teknik/ Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: masarchiuh@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.h033

Abstrak

Konsep Green Building atau Bangunan Gedung Hijau atau bangunan ramah lingkugan didorong menjadi tren dunia bagi pengembangan properti saat ini. Green building diharapkan mampu berkontribusi secara langsung dalam menahan laju pemanasan global. Tidak hanya sampai disitu, penghematan air dan energy serta penggunaan energi terbarukan menjadi poin utama yang terus dibahas dalam sebuah konsep green building, sehingga masalah ketersediaan lingkungan hijau mampu terselesaikan dengan baik. Bangunan Gedung Hijau adalah bangunan gedung yang memenuhi persyaratan bangunan gedung yang dan memiliki kinerja terukur secara signifikan dalampenghematan energi, air dan sumber daya lainnya melalui penerapan prinsip bangunan gedung hijau sesuai dengan fungsi dan klasifikasi dalam setiap tahapan penyelenggaraannya. arsitektur yang memberikan jawaban/adaptasi bentuk bangunan terhadap pengaruh iklim tropis, dimana iklim tropis memiliki karakter tertentu yang disebabkan oleh  panas matahari, kelembapan yang cukup tinggi, curah hujan, pergerakan angin, dan sebagainya. Pengaruhnya otomatis terhadap suhu, kelembapan, kesehatan udara yang harus di antisipasi oleh arsitektur yang tanggap terhadap hal-hal tersebut. Selain itu pandangan baru mencakup pada penggunaan material yang memberikan ciri karakter material lokal (daerah tropis) yang lebih sesuai daripada material impor.

Kata-kunci : arsitektur tropis, gedung hijau, low cost

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, H 033-040
Download PDF