Konfigurasi Ruang Bertinggal di Perahu Suku Bajo

by

Lukman Hendra Septian1, Feni Kurniati2 , Ilya F. Maharika3

Mahasiswa Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, ITB.
Dosen Sejarah, Teori, dan Kritik Arsitektur, SAPPK, ITB.
Dosen Arsitektur – Center Socious for Design Studies, Universitas Islam Indonesia.
Korespondensi: lukmanhendras@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.g057

Abstrak

Arsitektur berbasis bahari memiliki potensi penting bagi Indonesia untuk mendukung kehidupan di wilayah kepulauan. Suku Bajo merupakan salah satu suku laut di Indonesia yang hidup dan bekerja di atas laut yang dapat menjadi sumber pengetahuan untuk pembangunan dengan basis bahari. Penelitian ini bertujuan untuk menarasikan konfigurasi ruang perahu Suku Bajo yang tinggal (perahu) leppa. Metode yang digunakan dengan cara studi pustaka arsitektur Bajo yang tinggal di leppa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Orang Bajo sama’ hidup dengan cara berpindah pindah diatas leppa, tanpa batas fisik dalam ruang perahu, dan adanya teritorial ruang (gender) antara laki – laki dan perempuan pada tuja’  dan tuja’ buli.

Kata-kunci : arsip, perahu, ruang, Suku Bajo

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, G 057-062
Download PDF