Kondisi Kekumuhan Kampung Nelayan Sejahtera Kota Bengkulu dalam Upaya Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh

by

Muhammad Rijal(1), Ardiansyah(2)

(1)Lab. Preservasi dan Konservasi, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Riau.
(2)Kelompok Keilmuan Arsitektur Perkotaan, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bandar Lampung.

Abstrak

Kampung Nelayan Sejahtera Kota Bengkulu tumbuh dan berkembang menjadi permukiman kumuh karena pertumbuhan penduduk alami, urbanisasi serta permasalahan kepemilikan lahan. Tujuan penelitian adalah menilai kondisi kekumuhan berdasarkan kriteria penilaian kumuh sebagai landasan dalam merumuskan kebutuhan penanganan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh. Pada prinsipnya metode penelitian adalah kualitatif yang dijabarkan secara deskriptif. Namun dalam melakukan penilaian kondisi kekumuhan dilakukan secara kuantitatif berdasarkan kriteria penilaian kumuh menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai kondisi kekumuhan adalah 65, yang berarti kawasan penelitian berada pada kondisi kumuh sedang. Pertimbangan legalitas tanah yang ilegal namun memiliki status kepemilikan yang jelas (HPL PT. Pelindo) memberikan kontribusi positif sekaligus tantangan dalam merumuskan kebutuhan penanganan pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh pada Kampung Nelayan Sejahtera di Kota Bengkulu.

Kata-kunci : kampung nelayan, permukiman kumuh, kondisi kekumuhan

Halaman G 061-066
Download PDF :
IPLBI2016-G-061-066-Kondisi Kekumuhan Kampung Nelayan Sejahtera Kota Bengkulu Dalam Upaya Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh