Keterikatan Pekarangan terhadap Ruang Dalam berdasarkan Atribut Privasi pada Kawasan Hunian Jeron Beteng Kraton Yogyakarta

by

Nova Purnama Lisa

Perencanaan dan Perancangan Kota, Behavior Environment Architecture dan Desain, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.

Abstrak

Keterikatan pekarangan terhadap ruang dalam (hunian) melalui pergerakan aktivitas penghuni terhadap lingkungannya. Kebutuhan akan privasi terhadap ruang merupakan hal yang bersifat universal dan mempunyai kontribusi dalam keterikatan ruang yang berhubungan dengan kebu-tuhan manusia lainnya seperti rasa aman, afiliasi dan penghargaan (esteem). Penelitian ini menggunakan metoda kualitatif dengan 10 responden hunian terpilih (RTP) pada kawasan hunian Jeron Beteng Kraton Yogyakarta. Dalam penelitian ini mengatakan hubungan pekarangan dan ruang dalam berdasarkan hubungan interaksi fungsi suatu ruang dengan ruangan lainnya sesuai dengan aktivitas yang dilakukan yang saling berkaitan. Semakin suatu pekarangan dikatakan aksesibel jika pekarangan berorientasi terhadap aksesibilitas utama hunian (ruang dalam) dan sirkulasi menuju pekarangan. pencapaian kebutuhan akan privasi, dengan menggunakan presepsi sebagai tolak ukur untuk melihat kebutuhan privasi penghuni terhadap pekarangan rumah sebagai ruang terbuka privat. Temuan bahwa keterikatan pekarangan terhadap ruang dalam saling berhubungan dan sangat signifikan, berdasarkan tingkat privasi sebagai pengontrol jarak bagi penghuni dalam memfungsikan ruang. Tingkat privasi semakin rendah diperoleh pada pekarangan yang dihuni lebih dari satu hunian dalam satu pekarangan sehingga terjadi fragmentasi pada lingkungan pekarangan.

Kata-kunci : hunian, pekarangan, privasi, ruang dalam, jeron beteng

Halaman E 149-156
Download PDF :
IPLBI2016-E-149-156-keterikatan-pekarangan-terhadap-ruang-dalam-berdasarkan-atribut-privasi-pada-kawasan-hunian-jeron-beteng