Kesadaran Gender pada Desain Toilet Publik

by

Triyatni Martosenjoyo

Laboratorium Perancangan Arsitektur/Perancangan Arsitektur/Program Studi S1 Arsitektur/Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik/Universitas Hasanuddin.
Korespondensi: triyatni@unhas.ac.id; triyatni@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.d099

Abstrak

Toilet publik ramah terhadap kebutuhan perempuan umumnya belum menjadi perhatian para arsitek di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Apakah rancangan toilet publik mengi-kuti paradigma kesadaran gender?; (2) Mengapa sering terjadi antrian pada sentra-sentra toilet publik untuk perempuan?; (3) Bagaimana ketersediaan fasilitas kebersihan di toilet publik melayani keunikan tubuh pengguna perempuan?; (4) Apakah pengguna transgender mendapat perhatian hak akses toilet publik sama dengan pengguna lainnya?

Penelitian ini merupakan rangkaian penelitian toilet publik yang dilakukan tahun 2012-2015, meli-batkan 120 partisipan, menggunakan wawancara mendalam, observasi, FGD, dan telaah data sekunder. Analisis dilakukan silih berganti dengan proses pengumpulan data, menggunakan model Spradley. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Budaya masyarakat Unhas belum membedakan pemi-sahan area pengguna berdasarkan jenis kelamin; (2) Toilet publik belum dirancang ramah keunikan tubuh perempuan; (3) Toilet publik juga berfungsi sebagai sarana berkomunikasi antar pengguna; (4) Budaya masyarakat Unhas belum memberi apresiasi terhadap hak akses khusus bagi pengguna transgender; (5) Toilet publik belum menjadi tempat yang aman bagi pengguna perempuan dan transgender.

Kata-kunci : toilet publik, paradigma, gender, arsitektur

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, D 099-106
Download PDF