Kepuasan Huni dan Perubahan Hunian pada Rumah Paska Bencana Erupsi Merapi Kasus: Hunian tetap Pagerjurang, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta

by

Maria Ariadne Dewi Wulansari

Program Studi Magister Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Dalam rekonstruksi paska erupsi Merapi, pemerintah telah memenuhi kebutuhan hunian bagi korban yang kehilangan tempat tinggalnya. Pada makalah ini, dipaparkan hasil dari pengamatan awal terhadap komunitas hunian tetap paska erupsi Merapi, secara khusus pada warga Huntap Pagerjurang, Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta. Pengamatan dilakukan dengan menilai kepuasan huni secara perseptual pengguna, serta mengeksplorasi fenomena perubahan hunian sebagai pengembangan mandiri yang telah dilakukan oleh pengguna. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur terhadap 60 warga huntap, lalu diolah dengan statistik sederhana. Dari pengamatan yang dilakukan, warga Huntap Pagerjurang cukup puas dengan lingkungan huntap, tetapi masih tidak puas dengan kondisi unit huniannya. Ketidakpuasan ini menimbulkan adanya pengembangan mandiri hunian sebagai bentuk adaptasi pengguna. Dari paparan responden, perubahan yang mereka lakukan disebabkan oleh penyesuaian terhadap kebutuhan ruang masing-masing keluarga, serta keinginan untuk memperbaiki material atau finishing bangunan yang ada.

Kata-kunci: hunian tetap, paska bencana, kepuasan huni, perubahan hunian, penilaian perseptual.

Halaman 27-33
Download PDF:
TI2014 A p027-033 Kepuasan Huni dan Perubahan Hunian pada Rumah Paska Bencana Erupsi Merapi