Kenyamanan yang Hilang:Pedestrian Jalan Merdeka Kota Lhokseumawe

by

Cut Azmah Fithri1, Bambang Karsono², Muhammad Damzami³

1,2,3 Perencanaan Kota, Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.
Korespondensi: cutazmah@unimal.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.7.d001

Abstrak

Penyediaan jalur pedestrian di Kota Lhokseumawe yang tidak sesuai dengan Prinsip teknis penataan sistem sirkulasi dan jalur penghubung mengacu pada “Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki Di Kawasan Perkotaan”. Oleh sebab itu akan berdampak negatif bagi pejalan  kaki,  karena  aktifitas  pejalan  kaki  bercampur  dengan  akses  kendaraan.  Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengguna pedestrian tentang kenyamanan jalur pedestrian. Penelitian ini menggunakan teknik sampling dengan metode deskriptif persentase. Dari hasil evaluasi, berlandaskan teori Weisman (1981), tingkat kenyamanan bagi pejalan kaki pada saat melakukan aktifitas berada pada kondisi yang tidak baik, karena pemanfaatan jalur pedestrian sudah terjadi pengalihan fungsi, sehingga kenyamanan bagi pejalan kaki tidak terpenuhi.

Kata-kunci : Pedestrian, negatif, fungsi, akses, kenyamanan

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 7, D 001-006
Download PDF