Keberadaan Warung Kopi sebagai Ruang Publik di Kota Makassar

by

Haryanto(1), Ria Wikantari(1), Afifah Harisah(1), Viktor Sampebulu(2)

(1)Laboratorium Perancangan, Teori dan Sejarah Arsitektur, Prodi Arsitektur, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
(2)Laboratorium Material Bangunan, Struktur dan Konstruksi, Prodi Arsitektur, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.

Abstrak

Ruang publik yang baik adalah tempat yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk ber-interaksi, perkembangan warung kopi di kota Makassar saat ini menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat. Dalam melakukan berbagai aktivitas, masyarakat kota kerap sekali dihadapkan dengan kegiatan minum kopi. keberadaan warung kopi sebagai ruang publik semakin kuat dengan mening-katnya jumlah warung kopi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi warung kopi dengan melihat sejauh mana keberadaannya menjadi ruang publik, pengamatan lapangan yang dilakukan warung kopi bersifat tradisional maupun modern. Penelitian ini adalah kualitatif mengunakan metode pe-ngumpulan data, observasi dan dokumentasi, metode analisis datanya mengunakan deskriptif fenomenologis. Temuan warung kopi di kota Makassar berjumlah 546 dengan empat klasifikasi ter-bagi empat zona, ditemukan berbagai komunitas penikmat warung kopi, warung kopi juga berfungsi sebagai gaya hidup, pusat informasi, pekerjaan, wacana kritis dan mempunyai daya tarik lingkungan sekitar kemunculan berbagai warung kopi yang ada di kota Makassar.

Kata-kunci : komunitas, kota makassar, ruang publik, warung kopi

Halaman E 053-058
Download PDF :
IPLBI2016-E-053-058-Keberadaan Warung Kopi sebagai Ruang Publik di Kota Makassar