Karakteristik Pemanfaatan dan Pengendalian Ruang Melalui Instrumen Insentif dan Disinsentif pada Wilayah Pesisir Kota Makassar

by

Fathur Rahim1, Ananto Yudono2, Arifuddin Akil3, Rosadi Mulyadi4

1 Urban Planning Dan Design/Fakultas Teknik/Sekolah Arsitektur, Universitas Hasanuddin.
2,3 Urban Planning Dan Design/Fakultas Teknik/Sekolah Arsitektur, Universitas Hasanuddin.
4 Sains Bangunan/Fakultas Teknik/Sekolah Arsitektur, Universitas Hasanuddin
Email korespondensi: fathur33ww@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.8.b024

Abstrak

Kota Makassar merupakan salah satu kota pesisir yang ada di Indonesia yang memilki garis pantai sepanjang 32 km dan mencakup 11 pulau-pulau kecil dengan luas keseluruhan mencapai 122.370 Ha atau sekitar 1,1% dari luas wilayah daratannya. Karakteristik pemanfaatan ruang pada wilayah pesisir Kota Makassar perlu dilakukan mengingat daerah tersebut merupakan salah satu Kawasan strategis pariwisata dan kawasan strategis perekonomian yang adaS di Kota Makassar, dengan dilakukannya suatu pemanfaatan diharapkan pemanfaatan ruang yang ada pada Kawasan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana pola tata ruang Wilayah Kota Makassar, salah satu instrumen yang tepat untuk digunakan selain peraturan zonasi adalah instrumen insentif dan disinsentif, dimana instrumen insentif diberikan kepada pemerintah ataupun masyarakat yang taat dan tertib terhadap tata ruang, sedangkan disinsentif diberikan kepada pemerintah ataupun masyarakat yang tidak tertib atau melanggar tata ruang.

Kata-kunci : karakteristik, insentif, disinsentif, wilayah pesisir, kota Makassar

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, B 024-031
Download PDF