Karakteristik Fisik-Sosial dan Kriteria Kamar yang Membuat Betah

by

Riska Amelia Rachman(1), Hanson E. Kusuma(2)

(1)Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa.
(2)Kelompok Keilmuan Perancangan Arsitektur, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), ITB.

Abstrak

Suatu tempat dapat memberikan kesan yang berbeda bagi manusia yang melakukan interaksi dengan tempat tersebut. Salah satu kesan yang merupakan respon manusia terhadap tempat adalah kebetahan. Hal ini dapat terjadi karena karakteristik fisik dan sosial tempat yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Studi kasus terkait kebetahan yang diangkat pada tulisan ini adalah ruang privat yaitu kamar. Kebetahan dianggap penting untuk diteliti lebih lanjut khususnya pada tempat sejenis hunian mengingat intensitas interaksi yang dilakukan pada hunian khususnya kamar cukup tinggi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik fisik dan sosial kamar yang dapat membuat penghuninya merasa betah. Lebih jauh lagi, akan dibahas bagaimana kriteria kamar yang dapat membuat manusia merasa betah berdasarkan respon afektif, kognitif dan perilaku yang diberikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, secara fisik kamar yang membuat betah adalah kamar yang memiliki kelengkapan fasilitas dan desain yang menarik. Secara sosial, tidak adanya interaksi sosial yang sering terjadi di dalam kamar membuat responden merasa betah berada di dalamnya. Kriteria kebetahan pada kamar dapat terpenuhi jika penghuni merasa nyaman, teritori dapat dikontrol, tidak adanya biaya yang perlu dikeluarkan saat berada pada ruang tersebut serta adanya dukungan kamar yang dapat membuat penghuni merasa bertanggung jawab terhadap ruangan tersebut.

Kata-kunci : fisik-sosial, kamar, kriteria, betah

Halaman D 053-058
Download PDF :
iplbi2016-d-053-058-karakteristik-fisik-sosial-dan-kriteria-kamar-yang-membuat-betah