Kajian Ruang Liminal pada Konsep Teritori Pemukiman Adat Sunda Cigugur melalui Analisis Ritual “Ngajayak”

by

Yunita Dwi A*, Indah Widiastuti**

*Alur Riset/ Program Studi Magister Arsitektur/SAPPK, Institut Teknologi Bandung.
**Kelompok Keahlian Sejarah Teori dan Kritik Arsitektur / Program Studi Arsitektur/SAPPK, Institut Teknologi Bandung.

Abstrak

Konsep teritori Kampung Adat Sunda asli tidaklah statis seperti yang lazim digunakan untuk mendefinisikan teritori permukiman adat, yaitu melalui penanda fisik saja. Riset ini menjelajahi konseptualisasi teritori pemukiman adat serta keutuhan dan kepaduan spasial unit adat dengan cara menelusuri ritual adatnya. Dalam penelitian ini, prosesi Ngajayak dari ritual Seren Taun di Kesatuan Adat Sunda Cigugur dibaca sebagai penanda spasial yang bersifat dinamis. Area-area transisi dan peralihan atau ruang Liminal atau ‘ambang’ dilihat sebagai penanda pembentukan kebertempatatan (placemaking) yang bisa hadir dalam bentuk ruang (space), zona atau area, ataupun rangkaian batas atau jaringan ruang dan tempat.

Kata-kunci: ruang liminal, liminoid, Ngajayak, Seren Taun, Kesatuan Adat Sunda Cigugur.

Halaman 73-82
Download PDF:
TI2014 A p073-082 Kajian Ruang Liminal pada Konsep Teritori Pemukiman Adat Sunda Cigugur melalui Analisis Ritual Ngajayak