Kajian Perubahan Fungsi Aktifitas Halte di Kota Lhokseumawe (studi kasus: Halte Ujong Pacu, Halte Batuphat, Halte Kompleks PT. Arun)

by

Soraya Masthura Hassan1, Cut Azmah Fithri2, Atthaillah3, Agung Pratama4

1,2,3,4 Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia
Email korespondensi: soraya.masthura@unimal.ac.id

https://doi.org/10.32315/ti.8.085

Abstrak

Halte merupakan salah satu fasilitas pendukung lalu lintas untuk masyarakat yang digunakan untuk tempat pemberhentian, menunggu atau naik moda transportasi. Halte dirancang untuk memudahkan dan menjaga keselamatan masyarakat di jalan. Permasalahan halte di Kota Lhokseumawe adalah terjadinya perubahan fungsi yang semula untuk menaikkan dan menurunkan penumpang sudah beralih menjadi tempat berdagang, bengkel, loket moda transportasi dan tempat tinggal tuna wisma. Ada halte yang sudah rusak parah sehingga moda transportasi enggan untuk berhenti dan masyarakat lebih memilih menunggu di tepi jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji perubahan fungsi dan fasilitas pendukung pada halte. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan memadukan pendekatan yakni kualitatif dan kuantitatif dan menggunakan variabel Intensity of Use (IU). Hasil temuan dari penelitian ini kenyamanan merupakan keadaan lingkungan yangmemberi rasa yang nyaman pada panca indera, bersosialisasai dengan orang disekitarnya dan menunggu moda transportasi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwasanya perubahan fungsi halte mengakibatkan masyarakat lebih memilih menunggu moda transportasi di tepi jalan karena adanya kegiatan lain.

Kata-kunci : halte, kenyamanan, moda transportasi jurnal, perubahan fungsi

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 8, C 085-091
Download PDF