Kajian Penanggulangan Sampah di Daerah Pesisir Kota Lhokseumawe (Studi Kasus : Lorong V Desa Pusong Lama)

by

Rosmaini1, Cut Azmah Fithri2, Soraya Masthura Hassan3

1 Mahasiswa Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.
2,3 Dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.
Korespondensi: Rosmaini_azzahra@yahoo.com

https://doi.org/10.32315/ti.6.b023

Abstrak

Desa Pusong Lama Lorong V merupakan salah satu desa pesisir yang ada di Kota Lhokseumawe, sebagian besar mayarakatnya bekerja sebagai nelayan. Kondisi lingkungandi desa tersebut sampah yang berserakan. Masyarakat yang menetap dirumah panggung, membuang sampah dibawah rumah dengan dalih sampah tersebut nantinya akan terbawa oleh pasang air laut. Namun pasang air laut sekarang tidak seperti dulu dikarenakan banyak lahan yang ditimbun ketika akan membangun rumah. Sehingga sampah akan semakin menumpuk dan mencemari lingkungan juga memberikan dampak estetika yang buruk. Sampah juga terdapat di lingkungan rumah dengan konstruksi beton, baik di halaman maupun di sekitar jalan. Kebiasaan masyarakat mengkonsumsi makanan instan juga mempengaruhi semakin menambah banyaknya sampah. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif, yakni wawancara dengan warga dan aparat desa, pengamatan selama 6 bulan (Juli-Januari) serta dokumentasi kondisi lingkungan ehingga menghasilkan satu kesimpulan bahwa pola kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan dapat diubah dengan menerapkan metode 3R, 4R atau 5R dan penyediaan media tempat sampah yang memadai dengan desain yang unik menggunakan daur ulang sampah yang ada diharapkan dapat memicu pola hidup masyarakat dalam menjaga kebersihan di lingkungan tersebut.

Kata-kunci : lingkungan, nelayan, pesisir, sampah, tempat sampah

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 6, B 023-028
Download PDF