PROSIDING TEMU ILMIAH

Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Joppy Dwiprasetya 1, Irina Mildawani 2

1 Mahasiswa Program Magister Arsitektur, Program Pascasarjana Magister Teknologi dan Rekayasa, Universitas Gunadarma.
2 Dosen Program Magister Arsitektur, Program Pascasarjana Magister Teknologi dan Rekayasa, Universitas Gunadarma

Email korespondensi: Joppy.dp@gmail.com

https://doi.org/10.32315/ti.10.e021

Abstrak

Hubungan antara manusia dengan alam yang pada saat ini berkurang dapat menyebabkan dampak yang buruk terhadap suatu individu seperti munculnya penyakit mental dan fisik. Biophilia atau kontak langsung dengan alam dapat memberikan dampak positif kepada manusia dari segi kesehatan dan kualitas hidup. Paramit Factory in the Forest adalah salah satu bangunan yang mengaplikasikan Biophilic Design didalam perancangannya. Penelitian ini merupakan studi awal untuk mengetahui bagaimana cara menerapkan Biophilic Design pada sebuah bangunan yang dapat meningkatkan hubungan antara manusia dengan alam sehingga memberikan dampak positif. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa tidak semua kaidah-kaidah Biophilic Design dapat/harus diaplikasikan pada sebuah bangunan, melainkan kaidah-kaidah tersebut harus disesuaikan dengan berbagai hal seperti lokasi bangunan, ukuran sebuah bangunan, pengguna bangunan hingga kebutuhan ruang/kegiatan didalam bangunan.

Kata-kunci : Biophilia, Biophilic Design, Factory in the Forest

Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (IPLBI) 10.
E021-E030